Assalamualaikum wr wb

Selamat Datang di Blog ini bagi peserta MK Komputer II, semoga Sdr dapat meningkatkan wawasan

Minggu, 23 Mei 2010

Meningkatkan prestasi belajar mahasiswa


Indonesia merupakan negara yang besar bila dipandang dari kuantitas
penduduk. Jumlah penduduk 215 Juta jiwa seharusnya sebagai aset penting peningkatan
Pembangunan Indonesia. Disisi lain jumlah penduduk yang besar tesebut tidak di iringi
dengan kualitas yang baik. Akhir berdampak negatif menjadi penghambat proses
Pembangunan Nasional.
Kualitas Sumberdaya Manusia Indonesia yang rendah tersebut antara lain
disebabkan oleh rendah mutu pendidikan di tiap jenjang dan satuan pendidikan. Hasil
nyata tampak dalam Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) Indonesia. Menurut hasil
IPM, Indonesia berada di peringkat 102 dari 106 negara yang disurvai dan satu peringkat
dibawah Vietnam (Depdiknas ,1999:1-2).
Fakta diatas merupakan bukti belum berhasil Sistem pendidikan Indonesia yang
menggunakan pendekatan konvensional. Pembelajaran dengan pendekatan konvensional
cenderung textbook oriented. Hal tersebut mengakibatkan motivasi belajar siswa sulit
ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal dan mekanistik ( Blazely, 1997 : 2 ).
Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Pendidikan Unpanj
menyebutkan bahwa salah – satu rendah kualitas mahasiswa baru karena rendahnya cara
belajar di SMA (Liang gie,1997:3-4). Kebiasaan menghafal dan mekanistik tersebut
akhirnya terbawa sampai ke jenjang perguruan Tinggi. Hal itu bertolak belakang dengan
perkuliahan di Perguruan Tinggi yang menuntut efektif belajar tinggi. Seorang
mahasiswa diharuskan menguasai pokok perkuliahan melalui materi yang diterangkan
dosennya. Selain itu mahasiswa harus mengembangkan bermacam – macam ketrampilan
dan sikap belajar yang mendukung positif terhadap penguasaan materi perkuliahan
(Satgasus, 1997:1). Jadi sebagai seorang mahasiswa mengikuti kuliah bukan sekedar
mencari nilai saja tetapi serangkaian aktivitas yang bermanfaat bagi masa depan.
Serangkaian aktivitas tersebut akan bermanfaat baik dalam menumbuhkan sikap yang
positif, mendapatkan informasi, dan ketrampilan yang memadai, baik sebelum, sedang
kuliah dan setelah kuliah berlangsung. Akhirnya terjadi pembentukan sikap kuliah
mahasiswa yang baik untuk mempersiapkan diri dalam menghadiri setiap perkuliahan
Disisi lain banyak mahasiswa yang kesulitan menyelesaikan kuliah secara tepat
waktu. Hal ini disebabkan oleh persiapan kuliah yang kurang dan ketrampilan belajar
yang rendah semenjak masuk ke Perguruan Tinggi Kecenderungan ini karena banyak
mahasiswa yang mengutamakan kegiatan perkuliahan saja dan mengabaikan persiapan
dan tindak lanjut kuliahnya. Proses perkuliahan menjadi tidak menarik, materi sukar
untuk dipahami, dan tugas – tugas kuliah tidak selesai sesuai dengan batas waktu
pengumpulannya (Satgasus, 1997:2). Hal tersebut akan mengakibatkan penguasaan
materi yang rendah dan menjatuhkan motivasi dalam belajar di kelas. Akibatnya akan
berdampak negatif terhadap prestasi belajar yang mengecewakan di Perguruan Tinggi.
Jadi dapat di ambil suatu kesimpulan bahwa rendah kualitas lulusan Perguruan
Tinggi selama ini dikarenakan kurang persiapan kuliah yang matang. Persiapan belajar
yang baik sedini mungkin akan berdampak prestasi belajar yang tinggi. Setiap mahasiswa telah belajar dengan baik yaitu belajar dengan tertib, mengatur waktu belajar, mengikuti
kuliah, membaca buku, membuat ringkasan, dan menghafal pelajaran (Ginting,
2003:144-145). Mahasiswa tersebut dapat di katakan sudah cukup siap dalam mengikuti
kuliah di Perguruan Tinggi
Sumber :http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH0154.dir/doc.pdf.

1 komentar:

  1. untuk meningkatkan prestasi harus ada dorongan dari diri sendiri, jika dorongan itu tidak ada maka butuh pihak lain untuk mendorong siswa tersebut agar semangatnya muncul

    BalasHapus